Peninggian Jalan Dewi Sri Sudah 54 Persen, Pengaspalan Lapis Kedua Dilakukan Bulan November

MANGUPURA, NusaBali.com – Proyek peninggian Jalan Dewi Sri, Kelurahan Legian, Kecamatan Kuta telah menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setelah proses perataan jalan, kini proyek peninggian Jalan Dewi Sri sudah mulai ke tahap pengaspalan lapisan pertama.
Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Badung, A A Kresnayana menjelaskan kemajuan proyek yang sedang berlangsung di Jalan Dewi Sri telah berhasil merealisasikan 54 persen dari rencana awal 47 persen pada Minggu (22/10/2023).

“Kami saat ini sedang fokus pada proses pengaspalan di lapis pertama. Rencananya, jalan ini akan dilakukan dua lapisan dengan panjang mencapai 1.2 kilometer dan lebar kurang lebih 12 meter,” ungkap Kresna saat dihubungi pada Kamis (26/10/2023) siang.

Kresna juga menambahkan bahwa 900 meter dari pengaspalan lapis pertama sudah selesai, sementara 300 meter sisanya akan segera dilanjutkan. Rencananya, pengaspalan lapis kedua akan menyusul dalam bulan November ini, dengan harapan penyelesaian pengerjaan pada awal Desember.

Salah satu aspek penting dari proyek ini, terang dia adalah untuk mengatasi kendala banjir yang sering terjadi di area tersebut. Kresna juga menjelaskan peninggian jalan itu sangat penting mengingat kontur atau elevasi jalannya yang cekung sehingga sering menyebabkan banjir besar saat hujan turun.

“Dengan upaya ini, kami berharap dapat menghalau banjir dan memastikan kelancaran lalu lintas di masa depan,” tambahnya.

Lebih lanjut ia jelaskan, selain itu proyek ini juga melibatkan penertiban kabel udara yang sering kali mengganggu pemandangan sekitar. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memasang pipa utilitas di badan jalan untuk menurunkan kabel-kabel provider yang masih terpasang di udara.

Pihaknya juga berencana untuk meminta kepada masing-masing pemilik provider agar menurunkan kabelnya dan kemudian melibatkan rekanan provider untuk menyesuaikan kabel-kabel tersebut ke dalam pipa utilitas. Sehingga lingkungan sepanjang Jalan Dewi Sri terlihat lebih bersih dan tertata. Sementara disinggung soal proyek trotoar, ia menerangkan jika pengerjaannya belum selesai, dari panjang 1.2 kilometer tersisa 200 meter saja.

“Untuk trotoar 1.2 kilometer kanan dan kiri, kalau trotoar tinggal 200 meter saja belum selesai. Di samping itu kami juga sudah selesai memasang pipa utilitas di badan jalan berbentuk pipa,” ungkapnya.

Proyek ambisius ini tidak datang tanpa biaya, Kresna membeberkan total dana yang dihabiskan mencapai 26 miliar. Namun demikian, ia berharap investasi ini akan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat setempat dalam hal keselamatan, kebersihan, dan kelancaran lalu lintas.

“Mudah-mudahan di awal bulan November karena kontrak kami dari Juni sampai akhir Desember. Jadi akan kami kebut pengerjaannya. Dengan progres proyek yang semakin meningkat, harapan akan kelancaran dan kesuksesan proyek ini semakin mendekati kenyataan,” tutupnya. *ris

Sumber : NusaBali